Tuesday, July 27, 2010

Due Date, Final Date, Date Line...Whatsoever




Those words have haunting my life recently. Rush and (think) fast become main and supple. I thought when I just passed those two years, I would say goodbye to them, but unfortunately I wouldn't. Oh gosh, doing my works, not included other "side-jobs", had made my 24-hours never enough. Not saying the-most-important-duty as a mother. Leaving my daughter at home till night creates a guilty-feeling inside. Seeing her sleeping while I get home tores my heart apart. Reading her messages begging me to come home earlier pushes my brain into an off-mode.

For sure, I don't have enough quantity of time for my family and that's why I started to think about my quality of time.

And how could that happen?

Friday, March 26, 2010

Jokes

My daughter really loves laughing.. everything makes her laugh: jokes, funny video, even any uncommon face mimic could make her laugh :D. These are jokes that my daughter gave me recently. The source could be from anywhere: newspaper, magazines, friends, or she sometimes made them by her own. I share these just to make you guys laugh as well.. relax and laugh .. just like me when I got them!

Q : "What food does a ghost serve on halloween?"
A : "Ice-scream"

Q : "What is a tree's favourite drink?"
A : "Root-Beer"

Q : "What do mice do when they are at home?"
A : "Mouse work" ..(instead of house work :D)

Q : "Why did the lamb go out in the middle of the night?"
A : "It was sheep-walking!"

Q : "What letter does a sailor love?"
A : "It's C (sea)!"

Q : "What ballet does a squirrel love?"
A : "It's the nut-cracker!"

Q : "Why did boys bring ladders to school?"
A : "Because they wanted to go to high school!"

Q : "Why does a dog need fur?"
A : "So that no-one can smell his under-arm!"

Q : "What animal falls from the sky?"
A : "Rain-deers!"

Q : "How do you cut the sea?"
A : "By a see-saw!"

Q : "What do you call crows that stick together?"
A : "Velcro!"

Q : "How do bees go to school?"
A : "By buzz!"

Q : "what fish you see in space?"
A : "Star-fishes!"

Q : "Who is the mother of Ya?"
A : "MamaYa!" (because its father is PapaYa:D)

To be continued ...

Saturday, August 22, 2009

I Thought I Was


I thought I was strong ..
When I tried to retie those knots

I thought I was brave ..
For the first time I opened the pages and looked at those pictures

Unfortunately I wasn't ..
I realized it as I still felt hurt deep inside
I recognized it as I felt blue looking those smiles
I admitted it as I saw a deep scratch remained in here

And here I am ..
Busy untying the knots ..
In order not to see those pictures again,
To erase those snapshot of smiles,
To rebuild this crack inside
For which only remind me...
How weak I am


Jakarta, in the mid of first Ramadhan

Note: Picture was taken from here.

Monday, July 27, 2009

Pak Tasiran


Gambar bukan hasil jepretan saya sendiri, tapi diambil dari sini.

Melintasi lajur tol Bintaro - BSD, sempat kulihat bentangan sawah itu. Berada disisi kiri jalan tol, sawah itu nampak kuning mengemas, siap untuk dipanen saat tiba masanya. Sejak pertama kali melihatnya, aku sudah bertekad untuk pergi kesana suatu hari nanti. Maklum, jarang-jarang bisa pergi dan melihat sawah di tengah rimba ibukota yang semakin padat ini.

Dan akhirnya, keinginan itu terwujud Sabtu pagi kemarin. Dengan semangat kukayuh sepeda merah jambuku bersama si kecil yang dengan setia berpegang erat di pinggang, menuju hamparan pematang yang semakin menguning. Suami juga terlihat mengayuh sepedanya sendiri dengan sepenuh energi.

Ternyata medan menuju kesana tidaklah mudah. Banyak tanjakan dan turunan yang harus kami lalui. Fyuhh.. namun akhirnya kami sampai juga. Sepeda terpaksa kami parkir di tempat yang agak jauh, mengingat jalan setapak menuju sawah terlalu curam untuk dilewati sebuah sepeda. Pematang yang becek menyambut kami, membuat sandal dan sepatu terasa menebal oleh lumpur yang melekat. Kawanan burung terbang, sepertinya terganggu dengan kedatangan kami. Di kiri kanan, jajaran rapi tanaman kacang tumbuh dengan suburnya. Di depan, nampak rimbunan pohon semak belukar yang tumbuh dengan lebat, menutup pandangan kami ke sawah tujuan kami.

Dan akhirnya, di balik rimbunan semak, kami telah sampai pada apa yang telah kami niatkan sejak awal. Nampak hamparan luas rumpun padi terbentang di hadapan kami. Subhanallah, indah sekali. Warna keemasan merajai pandangan, diselingi hijau daun tumpang sari yang tumbuh di sela-sela. Kicau burung riuh bersautan, berebut bulir-bulir padi yang nampak bernas.

Di kejauhan, terlihat dua ibu yang tengah sibuk merontokan padi dan menampungnya di atas bentangan karung goni. Nampak pula bapak tani menjalin tali temali yang menghubungkannya dengan beberapa orang-orangan yang tersebar di seluruh penjuru sawah. Sungguh, bukan sebuah pemandangan biasa.

Putriku dengan semangat ikut membantu pak tani menghela tali, mengusir kawanan burung lapar yang selalu siap mematuk butiran beras yang telah siap panen itu. Sambil menunggu, kusempatkan duduk di bangku bambu tempat pak tani bekerja, sembari bercakap dengan beliau. Pak Tasiran namanya, berasal dari daerah Batu, Malang. Tinggal di daerah Kampung Sawah dan bertani disitu sejak 1959. Hmmm...bukan waktu yang sebentar, pikirku. Kutanya pula kepada beliau mengenai status kepemilikan lahan, dengan jawaban yang sudah dapat kutebak dari awal: bahwa lahan dimana sawah tempat beliau bertani tersebut milik salah satu pengembang besar di wilayah Bintaro. Justru jawabannya akan mengherankan apabila lahan tersebut adalah milik beliau seorang, mengingat nilai tanah yang menyentuh enam digit per meter perseginya menjadi sangat berarti jika dibandingkan dengan hasil panen per tahunnya.

Alhamdulillah, banyak pelajaran yang dapat kami petik dari kunjungan ini. Pak Tasiran, dengan segenap kesederhanaan dan ketekunannya mampu mengetuk hati kami bertiga. Tubuh rentanya tidak mampu menyembunyikan semangat beliau untuk terus berusaha mencukupi kebutuhan keluarganya, ditengah segala kesulitan yang dia hadapi. Namun diantara semua kesulitan yang ada, beliau tetap tersenyum. Dengan sabar, dia jawab semua pertanyaan kami. Tiga prinsip yang selalu beliau pegang: sabar, ikhtiar, dan jembar. Sabar untuk semua ujian yang harus dihadapi, berikhtiar untuk hasil yang terbaik, dan jembar dalam menyikapi semua permasalahan (luas - mungkin lebih tepat apabila diartikan untuk selalu berpikir positif). Pak Tasiran, hatimu mungkin terbuat dari emas, seemas lautan padi yang setiap hari engkau kelola.

Jakarta, medio 28 Juli 2009.

Tuesday, December 23, 2008

Komunitas Mata Air

Musim hujan telah tiba. Mata air di depan rumah mulai mengeluarkan tetesan air setelah sekian lama kering akibat musim kemarau. Perlahan, genangan air mulai terbentuk seiring dengan semakin derasnya air yang mengalir. Dan satu persatu, binatang-binatang kecil mulai menampakkan dirinya, meramaikan komunitas mata air yang hanya muncul di musim hujan.

Pandangan pertama jatuh kepada yuyu, sejenis kepiting kecil yang biasa hidup di air tawar. Mereka terlihat bercanda menikmati beningnya air. Ketika bayanganku mendekat, dengan gesit mereka bersembunyi ke lubang sarang yang tersebar di sepanjang mata air.

Ikan-ikan kecil terlihat pula meramaikan biota kecil tersebut. Berenang-renang dengan lincah, mencari sela diantara yuyu-yuyu kecil yang sibuk menggali sarang baru.

Capung jarum merendah dan hinggap di permukaan air. Mungkin sekedar melepas lelah dan haus setelah berkejaran di padang ilalang yang terbentang dekat mata air. Capung merah merona menyala juga tampak hadir di ilalang. Sinar matahari yang mulai menyengat sepertinya tidak menyurutkan keceriaan mereka.

Komunitas mata air, sebuah komunitas yang mungkin sudah sangat jarang bisa ditemui di ibukota yang padat penuh ini.Komunitas yang mungkin akan menghilang seiring dengan bermunculannya perumahan-perumahan baru di lingkungan tempat aku tinggal. Yah, namun setidaknya saat ini aku masih bisa menikmatinya, menjadi saksi hidup bahwa di depan rumahku pernah tinggal kawanan yuyu kecil yang hidup dengan bebas. Entah hingga kapan mereka sanggup bertahan dan menampakkan dirinya di musim penghujan dan bergabung dengan kawanan yang lain, membentuk sebuah komunitas yang terpinggirkan. Komunitas mata air.

Jakarta, 18 December 2008
Di penghujung tahun, menjelang libur panjang